Pada awalnya saya hanya iseng-iseng saja membaca buku yang saya pinjam dari teman saya husni mubarak yaitu buku yang berjudul "100 Tokoh yang Membangun Indonesia",
Namun ternyata buku ini telah membuka wawasan saya tentang sebagian candikiawan yang sudah berperan besar atas dibangunnya negeri ini. Tidak bisa di pungkiri memang negara kita negara indonesia sungguh memiliki sejarah perkembangan pembangunan dari masa ke masa yang begitu menarik, bagaimana suatu tokoh yang satu seperti berkaitan dengan yang lain seperti contoh pengacara tahun 1900an Yap Thian Mien dan Adnan Buyung Nasution yang bersama dua rekan yang lain membangun LBH (Lembaga Bantuan Hukum) pertama di indonesia.
Melalui buku ini saya mengerti bahwa sebenarnya sebuah kebangkitan sebuah negara, terbangunnya sebuah negara, bukan hanya tercapai dari sebuah hukum dan peraturan perundangan belaka, tetapi juga tercapai berkat berbagai oknum dari aspek-aspek ada, aspek budaya, agama, militer, seni, pendidikan, dan sebagainya. Maka dari itu saya baru memahami arti dari sebenarnya konsep persatuan dalam lima nilai dasar negara kita yaitu Pancasila. Persatuan daripada aspek-aspek inilah yang sebetulnya membentuk dan membangun serta mengevaluasi negara ini baik secara negatif maupun perkembangan kearah positif.
Oleh sebab itu saya pribadi dalam hati ingin menyarakan dari hati ke hati, sebuah perbedaan pandangan dalam membangun negeri bukan alasan untuk berhenti, bukan alasan untuk saling menyakiti, justru sebuah perbedaan prinsip dalam cara dan keinginan membangun negeri, membuat negeri kita ini beragam dan berwarna, dengan berkembangnya asek-aspek kenegaraan yang ada.
Semangat Patriotis, loyalitas, serta integritas mereka-mereka yang ada di buku ini sangatlah perlu diresapi, di pahami dan dijalankan. Sebagai contoh: Adam Malik, beliau adalah seorang diplomat pertama yang membawa nama indonesia pada kancah politik internasional yang secara akademisi kurang memenuhi prasyarat sebagai seorang intelektual, sebagai seorang cendikiawan, namun ia benar2 luar biasa, dia mempelajari segala sesuatu ilmu dari cara autodidak, sanagt luar biasa mengingat keadaan indonesia yang pada saat itu benar2 sedang terpuruk dan kesempatan untuk menimba ilmu terbatas, namun Adam Malik mampu membuktikan itu semua tidak dapat dijadikan alasan untuk berdiam diri, dia terus menerus belajar sampai akhirnya dia mampu membawa nama indonesia pada kancah internasional, membuat indonesia dikenal oleh masyarakat dunia, sungguh merupakan sebuah perjuangan yang luar biasa untuk mendapatkan itu semua.
Sebenarnya cendikiawan indonesia sangatlah mungkin untuk bekerja diluar negeri, berhak dan memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan segala fasilitas yang ada dinegara lain, akan tetapi mereka rela bersusah-susah di indonesia demi terbentuknya negara indonesia yang berdaulat. Sungguh buku ini telah menyadarkan saya bahwa tanpa mereka kita dan negara ini tidak akan pernah ada, dan pula saya yakini tanpa semangat nasional, loyalitas, dan patriotis mereka yang membara yang seharusnya kita resapi dan kita lanjutkan kita dan masa depan negara kita tercinta ini tidak akan pernah ada, hanya akan menjadi sebuah perdebatan kosong antar mereka belaka.
Wassalam.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar